16 tahun, 5844 hari, 140.256 jam, 8.415.360 menit 504.921.600 detik...
16 tahun, 5844 hari, 140.256 jam, 8.415.360 menit 504.921.600 detik...
Ya, 16 tahun yang lalu, tepatnya tanggal 19 September 1993 sekitar jam 10 WIB. Sepasang anak manusia yang berusia 21 tahun 1 bulan bersumpah bahwa mereka akan sehidup semati, dalam susah maupun senang, dalam sehat maupun sakit, sampai maut memisahkan mereka. Sumpah mereka ini disaksikan oleh Tuhan dan Gereja. Mereka berdua, yang statusnya masih mahasiswa, akan memulai kehidupan berumah tangga. Mereka berdua, yang secara emosi masih meledak-ledak, harus hidup bersama, menyiapkan diri untuk kehadiran buah hati mereka.
2 anak manusia dalam satu ikatan pernikahan tanpa dasar yang kuat, hanya dengan bermodalkan kata-kata gombal cinta sekarang tetap berusaha untuk merajut asa, tetap berjuang untuk mempertahankan kenekadan mereka, melihat buah hati mereka berdiri di kaki mereka sendiri tanpa mengulangi kesalahan yang sama........
Nekad? Mungkin.... Bodoh, bisa jadi.... Menyesal? Hmmmmmm, tetapi itulah kenyataan yang harus mereka berdua lalui. Ujian? Jangan ditanya.... Mulai dari hal-hal yang simpel, sampai hal-hal yang runyam.... Mereka berdua harus membuktikan bahwa sumpah mereka itu bukan hal yang main-main.
Susah maupun senang.... Mereka terus bersama mulai dengan menengadahkan tangan hingga bisa membagi rejeki kepada yang membutuhkan. Mereka terus bersama mulai dari kehampaan hingga bisa mengisi kehampaan itu. Mereka terus bersama mulai dari tiada menjadi ada....
Sehat maupun sakit, mereka tetap bersama di saat sakit yang tidak hanya sakit fisik tetapi sakit hati. Saat sang istri sakit, saat saang suami onar, saat anak-anak harus diinfus di rumah sakit.
16 tahun, 5844 hari, 140.256 jam, 8.415.360 menit 504.921.600 detik... Bukan waktu yang pendek, mungkin lebih dari 50% dari waktu tersebut diisi dengan perbedaan pandangan, perbedaan prinsip, perbedaan keinginan, perbedaan kebutuhan, dan beragam perbedaan lainnya.
16 tahun, 5844 hari, 140.256 jam, 8.415.360 menit 504.921.600 detik... bukan waktu yang pendek. Mungkin hanya kurang dari 50% dari waktu tersebut mereka masing-masing bisa menahan diri, bisa menyangkal diri, bisa saling mendengarkan tanpa emosi yang meledak-ledak. Bisa saling mendengar, bisa saling barsabar,
Berapa lama mereka akan bertahan, sampai maut memisahkan. Ya...., sampai maut memisahkan. Mereka sudah saling bergantung , mereka sudah saling membutuhkan, secara fisik dan emosional. Justru mereka bertahan karena perbedaan, justru mereka saling mengisi karena masing-masing punya kekurangan.
Pahitnya hidup, manisnya cinta memperkuat ikatan emosi diantara mereka. Seiring waktu berjalan menambah kedewasaan mereka. Bagaikan langkah balita setapak demi setapak merajut asa yang sempat terhapus. Banyak hal yang dipelajari, yang harus dijalani... Tangis airmata, canda tawa, cemberut muka menghias hari-hari yang tiada terasa sudah melampaui 2 windu perjalanan...
Ria, Agus, Ya', terima kasih..... Untuk 16 tahun menjadi pendamping hidupku hanya itu yang saya bisa ucapkan...
===re-post from my face-book notes===

0 Comments:
Post a Comment
<< Home