16 Mei 2007
Tadinya aku mau kasih judul hari ini. Tapi, setelah saya pikir-pikir, kalo saya kasih judul hari ini, besok pun hari ini, jadi kesannya artikel ini selalu up-to-date. Akhirnya saya sepakat dengan diri saya, untuk kasih judul tanggal hari ini. Biat lebih tepat.
Hari ini tentu saja tidak seperti kemarin, tidak juga seperti biasanya. Bangun pagi, saya dikagetkan anak saya yang minta mandi. ternyata dia harus masuk sekolah pagi, katanya gurunya akan ada rapat, padahal biasanya dia baru mau mandi setelah saya berangkat kerja. aneh juga rasanya. tidak ada yang saya pamiti pagi ini. dia berangkat diantar ibunya, yang memang biasanya berangkat ke kantor lebih pagi dari saya. saya yakin, anak saya bahagia banget, jarang lho dia berangkat diantar ibunya.
Pagi ini saya agak malas-malasan. dua hari kemarin gerimis sebelum saya mandi. tadi pagi, gerimis turun justru saat saya mau berangkat ke kantor. mangkel juga, sih... mana gak ada payng, lagi. saya lalu naik angkot. ini juga kejadian yang jarang, maksudku jarang sekali angkot yang biasa saya naiki itu benuh penumpang, sampe-sampe menolak penumpang baru. jarang juga sopirnya kasih uang kembalian 3.500 rp, saat saya kasih duit 5.000 (biasanya seh cuman dikembaliin 3000). sopirnya tatoan tapi sopan.
sempat bingung milih krl atau naik angkot, karena udah 2 hari ini naik angkot terus, saya putuskan untuk naik angkot aja. biasanya kalo gerimis, krl suka mogok dan padat. (ternyata setelah sampe kantor, baca detik.com emang jam segitu ada petir menyambar pusat sinyal di manggarai)
Sampai pasar minggu, gak problem. justru dari pasar minggu hal yang tidak biasanya terjadi, saya temukan lagi. tidak biasanya metromini itu tetap ngetem sekalipun sudah penuh. aneh juga, sepanjang jalan ada 5 kelompok pengamen silih berganti naik. selama ini, yang saya alami, paling pol 3. di tengah kemacetan itu, saya lihat banyak sekali foto wajah culasnya adang dorojatun dan (mboh saya lupa namanya) sang calon wakil - yang dari kejauhan wajahnya mirip Jarwo Kuwat-nya republik BBM-Metro TV. emangnya udah musim kampanye? ah, dasar politikus. katanya partainya mau bersih, mau mberesin jakarta, tapi curi start. apalagi melihat wajah culasnya, aku jadi berpikir, apa gak ada calon lain dari kader PKS selain adang "culas" dorojatun, yang selama jadi wakapolda gak ada prestasi itu? ah, polisi.... tukang peras.... kalo saya pribadi, sih.... mending marinir - seperti ali sadikin itu (katanya lho, dia bagus waktu jadi gubernur. katanya, sih. wong waktu itu saya belum kenal jakarta).
saya iseng liatin poster itu karena males aja dengerin suara cempreng 2 kelompok pengamen. tiba2 naik pengamen yang ketiga. 2 orang. tampangnya gak meyakinkan sebagai pengamen. kayaknya lebih cocok jadi pejambret. eeeeeh, ternyata suaranya jauh-jauh-jauh diatas 2 pengamen sebelumnya. mereka melantunkan lagu rohaninya bimbo dengan suara lembut tetapi nyaring dan merdu. ah....., lumayan. ternyata penampilan tidak linier dengan suara. (tapi kalo adang, linier he he he). begitu juga dengan pengamen ke 4. badan penuh tato, lagunya lagu rohani gereja. dinyayikan dengan penuh perasaan. meskipun suaranya masih di bawah penyanyi lagu bimbo tadi. pengamen terakhir, ah...., kembali cempreng.
sudah tiba saatnya, aku turun, nyebrang di depan kampus sahid. tumben, sopir itu menghentikan mobilnya, padahal di zebra cross itu hanya nyala lampu kuning kedip-kedip. padahal dulu saat merah-kuning-ijo masih nyala, saya pernah hampir ditabrak sedan yang nyerobot lampu merah. sok benar lagi (waktu itu). ya, kumaki aja dia.
akhirnya sampe kantor, sepi...., semua pada ke klien.
ya udah, nulis blog aja - yang sudah hampir setahun kubiarkan nganggur.
itulah hari ini - eh, 16 mei 2007.

0 Comments:
Post a Comment
<< Home