hu-em-ai

kujadikan dia sebagai sarana menuangkan isi hatiku yang terkadang merasa kesepian di tengah keramaian

6.12.05

RUMAHKU, PUSARA AYAHKU

kata syair lagu,
di sanalah tempat lahir beta,
dibuai dibesarkan bunda....

sebuah rumah yang dibangun di tahun 1970-an
di sebidang tanah yang dihadiahkan oleh seorang raja/tuan tanah kepada bapakku, agar ia mau mengabdi kepada lewo tanah (kampung halaman),

sebuah rumah yang sudah lama kutinggalkan, tidak terasa 19 tahun,
dan dalam kurun waktu tersebut baru 2 kali aku mengunjunginya

sebuah rumah, yang disisi utaranya terbaring jasad ayahanda tercinta, yang tak pernah kuanggap mati, hanya berpindah tempat tinggal, ke alam yang kekal
yang selalu hidup, semangatnya, ajarannya, didikannya,
meskipun saya - terus terang - belum seperti yang ditanamkan pada diriku
tetapi sedang mengembara, mencari bentuk,
meski saat inipun, saya sudah menjadi
seorang bapak

hak cipta foto di atas ada pada lance (lanceshay@gmail.com)

0 Comments:

Post a Comment

<< Home